Oleh: donyriyanto | Juli 12, 2010

Nekat….

Pernah dengar istilah ‘baby steps’…. Bayi secara alamiah akan belajar dari apapun yang ia terima, visual,  meniru gerakan, suara, termasuk berjalan. Saya teringat baby temen saya yang ketika saya gendong, dia seolah minta diturunin dan ingin berjalan sendiri.  Padahal saya dan orang tuanya tau bahwa dia belum bisa berjalan dengan kedua kakinya sendiri. Memang dia sudah mulai bisa berdiri dengan memegang pinggiran meja ruang tamu, tapi ketika saya tuntun dengan salah satu tangannya, dia seolah berusaha berlari kearah ibunya yang lagi di dapur… Langkah-langkah kecil yang rapuh namun berani. Matanya jelas menunjukkan arah jalannya dan berbinar riang karena mau menjangkau ibunya. Saya yang notabene bukan orang tuanya justru yang paling khawatir ketika dia mulai berusaha berlari, langsung saya raih tangannya, atau justru saya gendong.

Saya jadi teringat sewaktu kuliah, saya mengikuti kursus Public Relation yang salah satu materinya adalah tentang gaya kepemimpinan. Ingat sekali bahwa saya diperlihatkan 2 gambar melalui layar proyektor, yang sebelah kiri menggambarkan seorang yang dewasa sedang menggendong seoarang anak kecil (mungkin sekitar 5 tahunan) didepannya, sedang menyeberang jalan. Gambar di sebelah kanan menunjukkan seseorang lain yang terlihat memegang tangan anak kecil juga, sedikit dibelakangnya dan bersiap hendak menyeberang jalan. Instruktur lalu bertanya “Menurut anda, gambar mana yang menunjukkan seorang manajer dan mana yang pemimpin”.  Menurut anda? Menurut saya sendiri, gambar kiri jelas menunjukkan seorang manajer, demi mencapai tujuan dengan kecepatan dan ketepatan yang ia inginkan, maka anak tersebut digendongnya dan diseberangkannya. Sementara yang disebelah kanan, adalah seorang pemimpin, yang berusaha mengajari anak kecil tersebut untuk latihan menyebarang jalan, tentu masih dalam perlindungan dia. Mungkin dia akan terlambat karena si anak mungkin takut-takut ketika dibimbing,  akan tetapi hasilnya saya rasa akan lebih baik. Karena selain mereka berhasil menyeberang jalan bersama-sama, si anak juga bertambah kemampuannya.

Saya ingin menarik benang merah dari 2 cerita diatas. Saat ini saya merasa, tingkat ‘ke-nekat-an’ saya jauh berkurang dibandingkan waktu saya kuliah atau lebih lagi waktu saya SMP maupun SMA. Bisa jadi karena beberapa hal (yang mungkin saya dialami beberapa orang):
1. Mungkin karena dengan semakin dewasanya kita, pengalaman pahit dan buruk, asam garam, silih berganti datang dan membuat kita menjadi banyak pertimbangan…mungkin terlalu banyak pertimbangan tanpa kita sadari. Dan kita selalu menyebutkannya dengan istilah ‘kedewasaan’, ‘pemikiran orang dewasa’,'kebijaksanaan’ dan lain sebagainya.
2. Atau mungkin karena sejak saya lulus kuliah dan bekerja, saya selalu bekerja dibawah perintah seorang manajer, yang kalau saya lambat-maka manajer akan mengendong saya ke seberang dan memarahi saya, ‘Begitu loh contoh menyeberang, masa gitu aja tidak bisa!’, tanpa pernah melatih dan meng-encourage saya untuk trus belajar menyeberang sendiri.

Let’s redefining ‘Nekat’. Nekat, bukanlah sesuatu yang jelek (mungkin jadi negatif jika dikaitkan dengan BONEK=Bondo Nekat). Nekat bahkan mungkin jawaban dari masalah dari cerita saya dan banyak orang lain. Pikirkanlah…ucapkan dalam hati “Mungkin saya kurang NEKAT!!!”, toh dengan NEKAT selalu ada yang akan membimbing tangan kita jika kita akan terjatuh. Jika pembimbing itu bukan dari rekan atau manajer kita, kita masih dibimbing TUHAN yang maha kuasa dan maha tahu. So guys, moral of the day kali ini, pikirkanlah: mungkin melakukan kewajiban rutin saja, seperti kuliah atau bekerja keras setiap hari, justru akan merusak hidupmu dalam jangka panjang. Supaya hidup jadi berarti, anda harus NEKAT, tentunya NEKAT dengan tujuan yang jelas (seperti bayi yang berjalan meraih ibunya dengan arah pasti dan mata yang polos gembira)…langkah-langkah kecil dan rapuh…tetapi NEKAT…dan yakinlah dalam diri kita semua, selalu ada yang akan memegang tangan kita ketika langkah kecil itu akan terkulai dan jatuh.

SALAM NEKAT !!!…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.